Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex Dengan Pivot Point

Ada satu lagi kegunaan pivot point yaitu Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex selain fungsi lainnya yang sudah pernah kita pelajari (untuk menentukan range trading dan sebagai indikator strategi breakout).
Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex
Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex

Yang dimaksud dengan tingkat sentimen pasar disini adalah Anda dapat mengetahui apakah trader sedang dalam kondisi ingin melakukan BUY atau SELL terhadap pasangan mata uang. Hal yang perlu kita lakukan adalah melihat posisi harga terhadap level Pivot Point (PP).

Jika harga mampu menembus pivot point dan terus berada diatas level ini maka menandakan bahwa pasangan mata uang dalam kondisi Bullish dan kita buka posisi BUY. Berikut ini adalah contoh bagaimana harga mampu menembus level Pivot Point (PP) dan bertahan diatasnya.


Didalam chart pergerakan harga pasangan mata uang EUR/USD ini kita tahu bahwa harga dibuka diatas level pivot point. Kemudian terus bergerak keatas sampai menembus Resistance R3.

Kemudian jika harga breakdown atau menembus level Pivot Point menuju kebawahnya maka ini menandakan bahwa seller sedang dalam posisi menjual dan harga EUR/USD enderung turun (bearish) dan ini adalah saat yang tepat untuk Anda untuk membuka posisi SELL.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat pergerakan harga GBP/USD berikut ini.


Didalam chart pergerakan harga diatas kita melihat bahwa harga mencoba menguji level Pivot Point (PP) yang berperan sebagai resistance. Harga mampu menembus sedikit level tersebut tetapi kemudian berbalik arah (reversal) sampai menembus S2. Jika Anda pada saat itu mengetahui kata kunci bahwa harga sedang berada dibawah level PP dan saatnya melakukan posisi SELL maka Anda akan mendapatkan profit sekitar 300 PIPS! gimana? yummy kan!

Tetapi lagi-lagi kita harus ingat bahwa semua ini tidak harus berjalan sesuai dengan teori kita. Ada kalanya ketika Anda melihat harga menembus level PP dan kemudian bergerak berlawanan arah (reversal) tetapi kenyataannya bergerak berlawanan arah lagi kembali menembus level PP dan terus bergerak keatas melanjutkan perjalannya seperti ditunjukkan gambar berikut.


Jika Anda mengambil keputusan melakukan posisi SELL ketika harga menembus level PP menuju kebawah maka Anda akan mendapatkan kerugian karena ternyata setelah harga mampu menembus S1 harga bergerak berlawanan arah hingga menembus PP sampai R1.

Apa yang perlu kita pelajari dari peristiwa ini adalah bahwa tidak ada indikator yang dapat berdiri sendiri untuk dapat memberikan peluang yang besar terhadap perkiraan pergerakan harga dan yang harus dilakukan adalah mengkombinasikannya dengan metode atau indikator lainnya untuk mendapatkan konfirmasi sinya SELL atau BUY yang kuat.

Tulisan Terkait:
  1. Pengertian Pivot Point Dalam Trading Forex
  2. Cara Menghitung Pivot Point
  3. Cara Menentukan Range Trading Menggunakan Pivot Point
  4. Strategi Trading Breakout Menggunakan Pivot Poin
  5. Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex Dengan Pivot Point
  6. 3 Tipe Pivot Poin