Strategi Trading Breakout Menggunakan Pivot Point

Seperti halnya level support dan resistance, level pivot point tidak akan terus menerus mampu menahan pergerakan harga untuk sepanjang waktu perdagangan. Menggunakan kemampuan pivot point yang seperti ini hanya cocok untuk digunakan ketika menentukan range trading.
Strategi Trading Breakout Menggunakan Pivot Point
Strategi Trading Breakout Menggunakan Pivot Point

Dalam pembahasan kali ini level pivot point gagal mempertahankan levelnya dan mampu ditembus oleh pergerakan harga pasangan mata uang dan Anda harus mempunyai satu set peralatan untuk mengambil keuntungan dalam situasi ini (Refresh: forex market ibaratnya adalah dua mata pisau yang tajam).

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya bahwa ada dua tipe trader yaitu trader yang agresif dan konservatif ketika menggunakan peristiwa breakout untuk mendapatkan keuntungan. 

Hanya perlu Anda ingat bahwa ketika mengambil keputusan menjadi seorang trader yang konservatif yang berarti menunggu adanya proses uji level support dan resistance maka itu berarti Anda akan ketinggalan momen awal mendapatkan profit atau istilahnya Anda akan ketinggalan kereta atau pun bisa jadi telat naik kereta hehehe gimana rasanya ya :)

Menggunakan Pivot Point Untuk Menangkap Potensi Breakout

Mari kita lihat pergerakan harga pasangan mata uang UER/USD dengan time frame 15 menit.


Berdasarkan pegerakan harga diatas dapat dikatakan bahwa EUR/USD bergerak secara kuat dan dibuka dengan gap yang besar diatas level Pivot Point (PP). Harga bergerak kuat keatas yang sebelumnya tertahan di level R1.

Setelah menembus R1 harga kembali bergerak liar menembus R2 sebanyak 50 PIPS.

Jika Anda adalah seorang trader yang agresis maka Anda akan sadar dengan adanya kesempatan mendapatkan profit lebih awal dan tentunya Anda akan lebih dulu mendapatkan profit yang lumayan :)

Tetapi jika Anda mengambil keputusan sebagai trader yang konservatif maka dipastikan bahwa Anda akan menyesal karena proses uji level R1 tidak terjadi dan harga terus melanjutkan perjalanannya menembus R2.

Tetapi harus diingat juga jika Anda mengambil keputusan terlalu agressif maka ada peluang juga mendapatkan sinyal palsu misalkan saja yang ternyata rally pergerakan harga tidak dapat berlanjut secara langsung melainkan menguji level dulu dan Anda menerapkan Stop Loss terlalu dekat dengan R2 maka peluang mendapatkan profit juga akan kecil karena trading Anda akan tertutup dulu.

Dimana Menaruh Stop Loss untuk Strategi Trading Breakout

Hal yang paling sulit trading dengan metode breakout adalah menerapkan posisi Stop Loss, hal dikarenakan kita sedang mencari pergerakan harga yang sangat cepat dan kuat. Tidak seperti ketika Anda yang menggunakan pivot point untuk menentukan range trading yang menunggu harga mampu menembus level support dan resistancenya.

Setelah sebuah level support tertembus maka level tersebut akan berubah menjadi resistance dan begitu juga sebaliknya. Jika dalam kasus ini kita mengambil posisi BUY ketika harga mampu menembus R1 maka kita meletakkan posisi Stop Loss dibawah R1.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat lagi bagaimana kita meletakkan posisi Stop Los pada trading forex pasangan mata uang EUR/USD.


Pada contoh diatas ketika pergerakan harga mampu menembus R1 maka kita meletakkan Stop Loss dibawah R1 dan ketika yakin bahwa harga akan terus bergerak keatas maka kita letakkan Stop Loss secara berubah dan kita lakukan secara manual sambil melihat apakah harga akan terus melanjutkan perjalanannya.

Seperti ketika menggunakan metode atau indikator lainnya, Anda harus hati-hati terhadap risiko ketika menggunakan strategi breakout untuk trading forex.

Pertama, Anda tidak dapat memprediksi secara pasti apakah harga akan terus melanjutkan perjalanannya atau tidak. Mungkin Anda masuk pada saat yang salah yang Anda pikir posisi masuk tersebut akan terus berlanjut dan ternyata tidak karena posisi masuk tersebut ternyata adalah posisi puncak atau bottom sebuah pergerakan harga (reversal menunggu gan:)) dan bisa dibilang Anda sedang mendapatkan sinyal palsu.

Kedua, Anda juga tidak dapat memastikan bahwa breakout yang terjadi adalah nyata (real) atau ternyata hanya pergerakan harga yang liar diakibatkan berita ekonomi yang sesaat. Lonjakan harga adalah hal yang wajar selama berita ekonomi terjadi atau release.Jadi Anda harus berhati-hati dengan sebuah berita ekonomi yang diumumkan dan silahkan lihat Forex Calender untuk periode harian atau mingguan.

Dan yang terakhir adalah Anda dapat menggunakan indikator lainnya seperti candlestick, dan momentum indikator sebagai konfirmasi perkiraan Anda terhadap pergerakan harga pasangan mata uang.

Tulisan Terkait:
  1. Pengertian Pivot Point Dalam Trading Forex
  2. Cara Menghitung Pivot Point
  3. Cara Menentukan Range Trading Menggunakan Pivot Point
  4. Strategi Trading Breakout Menggunakan Pivot Point
  5. Mengukur Tingkat Sentimen Pasar Forex Dengan Pivot Point
  6. 3 Tipe Pivot Poin